Mother to be’

Beragam perasaan muncul ketika memikirkan bahwa kita akan menjadi seorang ibu. . Terkadang terpikir how come ? .. tapi muncul juga bahwa ini adalah sebuah kenyataan bagi perempuan yang sudah memilih untuk menjadi seorang Ibu.
Kalau dulu aku hanya bisa melihat perempuan hamil, sekarang aku sendiri yang merasakan kehamilan itu. Tak ada kata penyesalan terucap, yang muncul hanyalah selalu rasa bahagia. Ketika bayi dalam kandungan menendang halus rahim dan terasa gejolak di dalam perut ‘ rasanya terjalin suatu komunikasi antara Ibu dan bayi. Tak jarang aku melongo antara percaya dan tidak percaya ketika komunikasi aku lakukan dan seakan-akan bayiku mendengar dan meresponsenya. Ada suatu spirit yang merasuk dalam kalbuku, kasih sayang menjalar tak terbatas, kebahagiaan sulit terucap.

Kalau dulu aku selalu terpikir membeli kebutuhan untuk diriku, semenjak kehamilan yang terpikir hanyalah ingin segera mungkin membeli kebutuhan untuk bayiku.  Rasanya dalam otakku hanyalah.. apa lagi yang kubutuhkan untuk kelahiran bayiku nanti .. disini tanpa kusadari mulai muncul naluri seorang ibu untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Kali ini aku benar-benar merasakannya sendiri, begitu indah ! Bukan hanya beragam kebutuhan bayi saja yang kupikirkan,  tapi juga selalu kupikirkan untuk mendapat asupan gizi yang tinggi demi bayiku. Wah’ semua input dan saran rasanya begitu berharga, ketelaah satu persatu dan tak jarang aku praktekan apabila masuk akal.

Kebahagiaan tercipta antara aku dan suamiku, kami berdua seakan lebih terekatkan dalam cinta dan kasih sayang. Segudang perhatian dan kasih sayang mulai kami curahkan. Seribu harapan kami dengungkan .. sejuta mimpi menghiasi hari kami untuk menciptakan keluarga bahagia dan penuh sayang. Tak lupa doa dan mantram berkumandang setiap saat. . Betapa indah kebahagiaan yang diberikan oleh Mu.

Kehamilan juga membuatku selalu merasa menjadi wanita sempurna. Terasa kebahagiaan ketika aku bisa menggunakan fungsi tubuhku untuk bereproduksi. Rasanya semua merupakan berkah dan keajaiban, bagaimana mungkin terdapat siklus pertumbuhan dalam perut datarku .. bagaimana mungkin .. ? ahh’ .. semua proses alami ini tercipta begitu saja..

Sekarang aku begitu terbiasa melihat perut gendutku’ .. kerap berbicara dengan bayi dalam kandunganku .. mendengarkan musik2 merdu .. makan makanan bergizi… mengurangi kelincahanku sesaat … dan banyak lagi..

Yang pasti aku ingin siap sedia untuk hari kelahiran nanti..Pada  hari itu aku akan bertanding lari marathon’..  proses yang panjang dan melelahkan sudah terbayang di depan mata.. tapi aku percaya bahwa semua akan baik2 saja dan aku percaya bayiku juga sudah gak sabar untuk melihat dunia indah dan hadir dipelukan papa mama yang sangat menyayanginya ini.

OH ya .. ada klip yang menyentuh banget kutemukan di youtube tentang 9 bulan bayi dalam kandungan, kalau tertarik klik and selamat menikmati klip tersebut.. terima kasih untuk orang yang telah membuat video ini, begitu luhur dan menyentuh.. kutemukan kasih sayang sepanjang masa :

http://www.youtube.com/watch?v=QXD1fSowUp0&feature=related

Pengalaman Berorganisasi

Aku selalu mendengar dari surat kabar, majalah dan orang-orang  sekitar bahwa ikut terjun di organisasi ketika sekolah akan menjadi bekal yg bagus banget ketika kita melangkahkan kaki ke kehidupan nyata. Namun anehnya Bapak dan Ibuku gak pernah menyatakan hal tersebut secara langsung.. hmm mungkinkan aku salah ? .. namun kerap ketika aku bercerita aktivitas aku di sekolah dan  mulai aktif terlibat dalam beberapa organisasi  aku bisa melihat kebanggaaan di mata mereka.

Yah .. setidaknya entah dukungan moral yang dari mana datangnya, namun aku begitu menikmati pengalaman-pengalaman diriku terlibat di dalam organisasi.

Ketika SMP aku ikut aktif di Pramuka, ingat sekali kelompok pramuka  yang kami buat di beri nama Bougenville’ .. sebuah nama yang berasal dari bunga yang tidak mudah layu. Ada harapan agar kelompok itu selalu berbunga di setiap musim dan tidak mudah layu, tahan terhadap panas dan dingin udara ini… Aku belajar banyak disini, berkolaborasi dengan teman-teman dan membina persahabatan. Satu yang kuingat aku menjadi lebih mandiri tiap kami pulang dari kegiatan pramuka di sekolah. Terlebih setelah aktivitas jurit malam .. wah ‘ tingkat kepercayaan diriku pun meningkat.

Masuk SMA, ikut dalam organisasi Paskibraka, kenapa memilih kegiatan di organisasi ini ? jawabnya karena teman2 sepermainanku semua bergabung di klub ini. Walau apapun alasan itu, aku sangat menikmati detik demi detik kegiatan yang dijalankan disini.  Tawa bahagia dan sedih raut muka menjadi bagian dari pengalaman di klub ini.  Persahabatan yang terbina semakin erat. Disiplin pun menjadi bagian dari kehidupanku, dan semua didikan ini menjadi bekal dalam diriku sampai saat ini.

Masuk kuliah S1, aku gak terpikir untuk bergabung dalam organisasi extrakurikuler di kampusku. Alasannya ? .. aku kekurangan waktu ! karena aku menjalankan kuliah bersama dengan kerja .. Namun aku merasakan pengalaman berorganisasi di SMP dan SMA cukup menjadi bekal bagiku untuk terjun di masyarakat. Rasa percaya diri dan disiplin tidak mungkin tercipta dalam hitungan detik ‘ namun bekal itu telah kutitipkan dalam diriku semenjak masa SMP dan SMA.

n1321434334_30315733_1169Perjalanan hidup semakin jauh, memasuki S2 aku gak pernah terpikir untuk berorganisasi namun aku mendapat kepercayaan untuk menjadi ketua persatuan pelajar indonesia di universitas ku untuk masa 2007-2008. Bingung antara menerima atau tidak, tetapi aku yakin pengalaman ini akan memberikan bekal baru bagi hidupku selanjutnya. Akhirnya aku pun siap menjadi ketua bagi pelajar Indonesia di n584249810_1467240_8009universitas ku. Disini, jujur aku merasakan manfaat dari semua bekal yg kudapat dari pengalaman2 berorganisasi dulu dan disini pula kumendapat pengalaman baru menjadi pemimpin sebuah organisasi kecil di kampusku. Banyak cerita yang terhempas, mungkin karena latar belakang pendidikan teman2 juga yang semakin tinggi, tingkat kritis dan argumentasi berbobot yang kerap muncul dalam setiap kegiatan justru membuatku bertambah kaya akan sari-sari berorganisasi yang bisa kupetik dari pengalamanku ini.Untung saja pengalaman aku di pekerjaan bisa menambah bekal profesionalisme aku dalam memimpin organisasi pelajar ini. Aku pun berinisitiaf  membuat blog laporan kegiatan organisasi kami untuk lebih bisa mengontrol semua kegiatan yang sudah kami lakukan http://ppiaunisa.wordpress.com/ dan blog ini mendapat tanggapan positif karena menunjukan keseriusanku dalam menjalankan tugas tanpa bayaran ini :-) … Lepas tugas menjadi ketua pelajar, aku merasakan diriku menjadi lebih bernilai dan dewasa. Rasanya aku lulus dari ujian kehidupan yang dibuat secara tidak langsung oleh semua anggota organisasi tersebut.

Akhir kata .. aku cuman ingin memetik semua hikmah pengalaman berorganisasi yang aku lalui, aku bukan seorang aktivis dengan pengalaman berorganisasi yg segudang namun .. sepenggal pengalaman tersebut membuat aku bisa mendapatkan beberapa pelajaran bernilai dalam hidup ini;

- Rasa Percaya Diri

- Disiplin

- Kreativitas

- Menjadi seorang pemimpin

- Berbaur dalam Tim (team work)

Jadi .. tunggu apa lagi ?
kalau memang ada kesempatan untuk ikutan berorganisasi lebih baik join aja…  tidak penting berapa banyak pengalaman tersebut namun aku yakin setitik pengalaman yang kita lalui dalam berorganisasi tetap akan memberikan arti dalam hidup ini. Pembelajaran selalu ada di setiap kesempatan…………..

April 2009..

Ngegalung’ in Adelaide

Dalam agama yg gue anut kita mengenal hari raya Galungan and Kuningan…Ini adalah galungan ke dua gue di Adelaide. Ingat banget Galungan  yg lalu gue seorang diri, tanpa keluarga and suami disini.. bener2 sendu apalagi denger suami nampah di Bali and pagi2 buta udah nelpon gue ngucapin met hari raya… waktu cepet banget berjalan …akhirnya ‘

Galungan sekarang ini gue udah bisa ngerayain bareng suami gue di sini. Berdua .. , khusuk and merenung..Mencari kebenaran ‘ dharma .. kita berdua memang sedang mencari Dharma di dalam hati kita .. mungkin kita sudah menemukannya namun mungkin juga belom. Manusia gak terlepas dari kesalahan, dan ketidaksempurnaan.. namun setidaknya kita menyadari apa yang harus kita lakukan untuk tidak mengulangi kesalahan2 itu dan membuat hidup ini menjadi semakin indah.  Intropeksi apa yg telah terjadi dan kami berdua begitu bahagia dengan semakin kompaknya kita berdua setelah hampir 1,5 tahun pernikahan.. Dalam Galungan and Kuningan kali ini kita berdua merayakannya dalam kesendirian dua jiwa, hanya berdua ..pagi2 buta udah nelpon ke keluarga di Jakarta dan Bali untuk mengucapakan selamat hari raya .. Kenangan mengembara ingat waktu aku keliling dengan bokap nyokap di kaba-kaba and di Mas Ubud sama suami dan keluarganya .. Kenangan emang indah ketika di kenang ‘ … :-) )) jadi kangen banget sama semua kenangan itu …

Tuhan memang selalu adil .. di dalam kesendirian merayakan Galungan di kota yang jauh dr Bali ini, kami berdua tetap memiliki keluarga besar “the balinese community in Adelaide” .. kami berdua datang ke piknik galungan yang diadakan community ini seminggu setelah hari raya Galungan.. senang sekali bisa ketemu nyama Bali di Adelaide. Begitu welcome and memberi perhatian satu sama lain… hmm yummy ‘ selalu dalam piknik mengobati kerinduan kami. Beragam macam makanan Bali terhidang di meja .. duhhh ayam plecing buatan Me’ Tut selalu menjadi tujuan utama gue ” craukkk .. yum yum…yummm…. huihhhh jadi kenyang nehh … (ups bukan kenyang Bali ye..)

Tiba-tiba aku termenung .. sedikit pelu namun bahagia dan dalam hati kuucapkan sekali lagi di dalam hati…

Selamat Galungan dan Kuningan keluarga ku di Jakarta dan Bali.. dan juga selamat Galungan teman2 ku semua yg merayakan ..
Semoga Dharma selalu bisa menjadi pembimbing kita semua..

Being a volunteer

Being a volunteer in Australia is an interesting experience for international student like me.

During my studies at University of South Australia in Adelaide I found that my volunteer experiences are rewarding and personally satisfying. However, most of the organisations who need volunteers seek several criteria such as passion for the city  of Adelaide, excellent customer service skills, enjoy meeting and talking to people, have a positive attitude, have a commitment and willingness to be part of team.

These volunteer experiences not only have enriched my knowledge about the city of Adelaide and surroundings but also help my communication skills with others. In addition, I have had an opportunity to meet new people and form new friendships. Volunteering is two-way experience and contributes a great deal to enriching the community and the individual’s life. Interestingly, organisations and the Government in this country really appreciate and reward volunteer work. They believe that volunteers give a wonderful contribution to the success of an event. Almost in every occasion, we can see that there is an opportunity for community members to be volunteers. This opportunity is not just for Australians or permanent citizens, but also for migrants and international students staying in Adelaide.

To get into this, I first registered to be a volunteer at City Council on March 2008. The first step was an interview with a staff member at the city council. At the interview, I had to express my interest and the reasons I wanted to be a volunteer. My first experience was an event run by Dell Computers in cooperation with Adelaide City Council, namely Adelaide’s free computer recycling day. This program reflects the commitment of Dell to the environment. It also displayed the Council’s commitment to initiatives that benefit the environment. As a volunteer, we helped the running of the event by following job descriptions and procedures written on an ‘event volunteer guide’ such as greeting, counting cars, arranging traffic entry and exit, general traffic control, and distributing a thank you leaflet. The rewards that I received from being a volunteer in this event was a light lunch and plenty of water! We also were given a Dell T-shirt, a hat, sunscreen and insect repellent.

My second experience as a volunteer in Adelaide was involved with young people and an Australian arts festival namely ASSITEJ which was held on May 2008. ASSITEJ was the 16th world congress & performing arts festival for young people. The selection process to be a volunteer for this event more complicated. We had to answer the questions and then come for interview before they accepted volunteers. It looks that they have serious procedure for the selection and the recruitment process for volunteers. Volunteers also had to attend a briefing session two times before the main event was held. This is because it is an international event with 480 delegates attending the congress. Volunteer teams were divided into eight types of jobs, i.e general information; help desk; opening night; co-presenter BBQ; artist minding; airport meet and greet; Adelaide Festival Centre meet and greet; and translating. In this event, the organizer believed in the philosophy that “volunteering provide a means through people to exercise their democratic right to participate actively in many facets of the community in a way that enriches the community”. The Volunteer Liason Officer really treated us respectfully and also gave feedback if volunteers performance was unsatisfactory. After volunteering in this event I received a VIP voucher to have lunch or dinner at a restaurant in Adelaide, a set of dictionaries, two free tickets to a congress performance and T-shirt. I were really happy that I could contribute our skills to the success of this event.

Later, in August 2008, I will join an Adelaide volunteer training program held by the Adelaide City Council. They will train us to be volunteers for visitor information services in Adelaide. These sessions must be attended before we commence volunteer work for the Council. I looking forward to joining this training session.

That sums up my experiences in Adelaide so far being a volunteer. I am sure that these experience will be really useful and give me an opportunity to develop similar activities in my own country in the future by involving community members in every occasion as much as possible.

“right brain” thinking

Wah, dosen yang baik.. pagi2 udah kirim email ke semua studentsnya bahwa ada artikel yg menarik .. baca pelan2 and di hayatin emang sih menarik fenomena ini.. kadang kita hanya berpikir kemampuan otak kiri tanpa melihat emosional sangat berpengaruh. Bukan hanya di dunia bisnis ajah.. coba deh liat uni2 yg masih matok IPK 3,.. untuk syarat masuk .. hmm padahal mungkin aja kemampuan emosional pelajarnya kurang baik..

yah dlm praktek nyata emang diperlukan keseimbangan… apa sih yg gak bagus kalo gak “balance”

Nih aku copy paste artikelnya yg bersumber di workplaceinfo.

What are the work abilities that matter most?

Source: WorkplaceInfo
Date: 22/05/08

Logical ‘left-brain’ thinking patterns are still essential, but they are no longer enough to succeed in business. Conceptual, contextual and emotive ‘right-brain’ thinking is the attribute that determines who performs better.
A keynote address to the 2008 Australian Human Resources Institute (AHRI) National Convention, held in Melbourne on 21 May 2008, identified the main causes of the rise in right-brain thinking and the six aspects of it that matter the most.

Three main causes of change
Daniel Pink, author of the best-selling book A Whole New Mind, described left-brain thinking as being logical, analytical and step-by-step in nature, and associated with ‘traditional’ highly-regarded careers such as law, accountancy and engineering. Right-brain thinking, on the other hand, takes account of context (eg the tone of voice in which a question/statement is made), empathy, synthesis and processing many ideas and tasks at once.

He added that ‘traditional’ HR functions of the 1970s and 1980s tended to operate according to left-brain thinking, but this approach is no longer sufficient on its own.

He described the three major forces of change in society as:

  • Abundance
  • Asia
  • Automation.

Abundance
Standards of living and levels of consumption have risen enormously in many countries over the past couple of generations. A couple of examples:

  • Mobile phone ownership, almost non-existent 20 years ago, now occurs in almost 90% of homes and the number of phones in Australia , at 21 million, slightly exceeds the total population.
  • The ’storage’ industry is experiencing phenomenal growth, about 15% per year, with more than 1000 separate storage facilities now in Australia — an indicator of rapid growth of people’s material possessions.

Pink noted that bad news that happens quickly tends to dominate media attention, but good news that happens slowly tends to be ignored. The latter is true of Abundance.

What is the significance to business and HR of Abundance? Businesses need to consider two strategies in order to survive and prosper:

  • giving customers products and services that they didn’t realise they were missing — this happens comparatively rarely, but the iPod is a well-known recent example
  • ‘designer’ type products that compete on emotion and significance rather than price and utility — this applies to such mundane products as toilet brushes and soap (the examples used by Pink). Competing only on price usually results in a downward spiral. Basically, businesses need to solve the engineering issues first (left-brain, which most of them achieve), then look for other ways to gain a competitive edge (right-brain).

Asia
Pink described offshoring strategies as very over-hyped in the short term, but very under-hyped in the longer term. For example, India has a huge advantage over other countries because of its far greater population, and will overtake the United States as the biggest English-speaking country by 2010. This will influence many businesses to move more functions to it.

The implication here, according to Pink, is that ‘routine’ aspects of work will disappear from Australia because they will be uneconomic and have no local value. Some HR functions can still be regarded as routine. Basically, if you can write down what is done and follow rules, etc, to achieve it, it is routine work and it will be much cheaper to have it done elsewhere.

Automation
Pink described this issue as ’software replaces brains’. Examples include law, taxation and medical diagnoses. As an example, he referred to several online ‘do-it-yourself divorce’ websites that allow an uncontested divorce to be implemented online.

What are the abilities that will matter most?
Pink claimed that the right-brain abilities that will become more and more important in business are those that are difficult to outsource or automate. He put them into six categories.

1. Design

Design will matter more than basic function. He used the example of General Motors, who recently lost US$10 billion in a single year, but is now hiring specialist sculptors and designers. Its CEO recently stated that the car-maker was now ‘in the arts and entertainment business and needs to emphasise world-class design’. Also, the CEO of P&G, a manufacturer of soaps and similar mundane products, has claimed that ‘it’s all design’ and the company now focuses on ‘purchasing, communication and user experiences’.

Pink suggested that everyone should keep a ‘design notebook’ and on a daily basis record examples of good and bad design that they experienced.

2. Story

Don’t just present the argument, put it in an emotional context.

3. Symphony

This is probably the most important ability of the six. It involves identifying the big picture.

Pink quoted research by Dave Ulrich in Working with Emotional Intelligence, which found that pattern recognition (ie big-picture thinking) was the by far the most reliable predictor of ’star performance’. It involves the ability to identify trends and think strategically and well into the future.

It is also illustrated by the remark of the late US comedian Sid Caesar: ‘The guy who invented the wheel was an idiot, but the guy who invented the other three was a genius.’

However, he noted that people with poor left-brain capabilities often compensate with superior right-brain abilities. Several multi-millionaires are actually dyslexic, including the CEOs of Virgin Airlines and Ikea.

4. Empathy

Empathy involves seeing and understanding a situation from the other person’s viewpoint. It is the most effective way to differentiate superior customer service. Pink argued that empathy is most people’s natural instinct, but it tends to change as they rise within organisations and become more self-oriented. Leadership is a mix of both action orientation and empathy; it cannot be effective if it is only one or the other.

Identifying people’s facial expressions, eg fake versus genuine smiles, is a very useful skill to have. Crinkling around the eyes indicates a genuine smile, and it is usually ’smaller’. Pink recommended Emotions Revealed, by Paul Ekman, as an excellent reference on this topic.

5. Play

Work should not be purely serious, there should be some fun and socialising involved as well.

6. Meaning

Mere accumulation is not enough, again there must be context. While accumulating wealth does liberate people to some extent, they may be richer but not necessarily happier.

What this means for HR

Presenting the above to senior management and gaining support and resources to do something about it can be a major challenge. Although hard evidence of its merit is gradually accumulating,

Pink said that it will still often be necessary for HR to present its business-case with hard-headed numerical and financial data (ie in left-brain terms). Right-brain attributes are hard to measure, but there are some obvious links, eg between empathy with customers and sales/revenue increases, so focus on those.

A ‘killer’ job interview question

Pink suggested asking applicants ‘Are you lucky?’, as a means of avoiding rehearsed deadpan answers. Some people will say: ‘No, I worked very hard for my achievements and luck didn’t come into it.’ Others may say things like: ‘Yes, I was born here, I have had many opportunities, I like people.’

Pink suggested that those who answer ‘yes’ are more empathetic, more innovative, better collaborative and more likely to obtain the best from others.

Hujan Es siang itu……

img_0489.jpgSiang kemaren (2/4/08) aku sedang duduk nonton TV.. udara cukup dingin membuat kita harus menyalakan pemanas. Tungku pemanas kuno dimana kayu2 api dibakar dan asap keluar dr cerobong. Tiba tiba saja di tengah gemericik hujan, pletok… tak..tuk…tik..tuk…. pletak… takk.. tuk…. kami sangat terkejut’ dan melongo melihat butiran kristal bulan es jatuh di depan paviliun kami. Bahkan tak jarang menyentuh pintu kaca kamar kami yang terasa hangat itu.

Belum lepas keterkejutan kami memandangi hujan es yg sangat tidak biasanya itu, intercom di kamar berbunyi..
Tony’ landlord kami dengan suara bahagia berteriak’ hey thats an ice rain outside…”…. yah yah… we are loooking as well…

img_0484.jpgSekitar 10 menit kami takjub dengan peristiwa alam tersebut, kami pun mulai keluar kamar…  Tony datang membawa kamera dan meminta aku berdiri di tengah2 hujan es tersebut. Dia pun bercerita bahwa ini adalah hal yg sangat langka dan jarang terjadi even di Adelaide, kota selatan di Australia. .. Puluhan tahun lalu ini juga pernah terjadi.. entah fenomena alam apa lagi … ada sedikit rasa bahagia bisa menyaksikan hujan es ini, namun ada sedikit kekhawatiran dengan perubahan bumi sekarang ini… terlebih ketika aku telpon adik di Bali dan kakak di Jakarta mereka menginformasikan bahwa 2 hari yg lalu hujan es pun turun di Bandung… wow…. amazing…

Tiba-tiba aku trenyuh dan merenung.. Tuhan mungkinkah kau sedang membersihkan bumi ini dengan butiran2 es ‘ terbayang butiran facial scrub yang membuat muka terasa halus, mungkin saja butiran es ini mampu membuat dunia juga menjadi halus dan lebih baik…. ups’ jadi ngelantur ..!

Whatever happened… aku berharap semua fenomena ini hanyalah sebuah kejadian yang tidak diikuti kejadian lain membahayakan umat manusia…

Adelaide, 3 April 2008

Pelajaran di kota baru

dsc04605.jpgGak terasa 1 bulan lebih gue udah ada di kota ini, kota yang memberikan gue begitu banyak pelajaran baru, kota yang mengantarkan gue menjadi lebih dewasa dalam kemandirian dan kota yang membuat gue terperangah menyadari bahwa perbedaan itu memang indah. Kalau waktu di Indonesia gue selalu bertanya bagaimana rasanya hidup di kota ini, saat ini gue udah bisa merasakan nano-nano ‘ campur aduk antara suka, duka, norak, ndesok dan sebagainya disini.

Hari-hari pertama gue selalu kagum dengan semua hal baru di sekitar gue, yang gak gue dapatkan di kota gue sebelumnya. Gue juga menyadari betapa kesehatan itu penting sekali dan berterima kasih tiada henti ke kedua kaki gue yang saat ini berubah bentuk menjadi bulat gak jelas.. kedua kaki gue mampu membawa berjalan puluhan KM.. mengitari kota dan menikmati pemandangan, masih terngiang jelas ungkapan salah satu learning adviser sewaktu kita membuka rekening bank .. kaki kamu adalah aset kamu disini yang akan membawa kamu kemana aja.. dan tiba2 kemasalasan membawa kaki harus gue lupakan, krn disini setiap saat and setiap detik gue depend on it… kaki ku ‘ terima kasih kau rela membawa aku berjalan walau aku tahu betapa lelahnya dirimu.

Cuaca adalah hal ekstrim yang menjadi perhatian gue, setiap sat gue nelpon ke rumah di Indonesia selalu bercerita tentang cuaca disini, hmm… bokap sampe bilang kalau sekarang gue menjadi petugas BMG australia he he he … kadang gue wonder and bertanya dalam hati’ di Indonesia gue beli AC begitu mahal eh kok disini malah dapat udara AC dimana-mana.. gue juga mulai belajar bergaya ala 4 musim.. duh senangnya semua style bisa kepake .. halah… tetap aja gue menggigil … dan terperangah sewaktu udara tiba2 bisa berubah ekstrim dari hari ke hari .. lho kenapa hari ini bisa 39 degree… hmm…

Menjalin pertemanan di negara lain memang hal yang juga harus diperhatikan. Gue belajar mengalah dan juga belajar asertif .. sulit untuk dealing dengan orang lain.. harus ada win-win solution dan pengertian dua belah pihak.

Keberanian dan kenekatan kadang diperlukan .. musi rela nyasar di tengah malam dan minta tolong teman jemput.. belajar baca peta … coba jenis makanan baru.. membuka percakapan dengan orang baru.. bertanya adalah kunci semuanya .. jangan malu ‘ walau kadang tetap aja mulut ini terkunci dalam keheningan bingung malam…

finally, gue yakin di kota ini ada satu pelajaran baru dalam hidup gue. Pelajaran menuju kedewasaan dan kematangan berpikir..

Adelaide’ February 2008

BERKARIR DI BIDANG YANG SESUAI DENGAN PENDIDIKAN ANDA?

dsc01137.jpgApa ada garansi kalau kita punya background sarjana ekonomi maka kita akan menjadi seorang ekonom? atau menjadi auditor ulung ? atau malah mencoba menjadi seorang olahragawan ? secara realita manusia saat ini tidak lagi terlalu idealis dalam memilih pekerjaan, terutama jika kebutuhan hidup terus mendesak dari sisi yang bersamaan untuk melawan komersialisme dunia. Tidak sedikit orang yang mulai meninggalkan sisi idealismenya untuk realita ini.

Bagi banyak orang dewasa ini untuk bisa bertahan dan memenuhi kebutuhan hidupnya adalah yang utama. Sehingga banyak yang sudah tidak berpikir lagi apakah pendidikan  yang dipelajarinya sudah layak di pekerjaan ini. Justru banyak yang mencoba bidang lain dalam dunia kerja, dunia yang sama sekali berbeda dari pendidikan yang ditekuninya.

 Banyak orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda dengan karir yang sedang dijalaninya. Selain tuntutan kebutuhan hidup, dunia kompetisi kerja juga semakin menggila, contohnya saja dalam satu posisi bisa diperebutkan lebih  dari 100 orang khususnya lagi jika posisi di sebuah perusahaan ternama. Banyak perusahaan juga dewasa ini yang tidak melihat latar belakang pendidikan, melainkan melihat unsur pengalaman kerja sebagai yang utama. Perusahaan terkadang menetapkan kualifikasi yang tinggi dan menulis persyaratan supaya memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun, sehingga sangat sulit, khususnya bagi fresh graduate untuk mencoba menembus kualifikasi tersebut, padahal kebutuhan hidup harus dipenuhi dan akhirnya jadilah mereka mencoba bidang lainnya.

Pada suatu harian ibukota, diangkat profile sarjana yang merupakan supir taxi. Baginya, yang utama bagaimana bisa menghasilkan income untuk menunjang kehidupan tiga orang anak dan istrinya. Tidak lagi memikirkan latar lakang pendidikannya. Menurutnya sulit sekali mencari kerja di Ibukota saat ini.

Tetapi ada juga beberapa orang yang tetap teguh memegang prinsipnya, untuk memilih jalur karir yang sesuai dengan bidangnya. Bagi seorang pelukis adalah sangat sulit untuk pindah di jalur karir ekonomi, karena baginya  bidang seni memerlukan ketrampilan dan imaginasi khusus dan ada nilai-nilai yang menjadi prinsipnya.

Tak sedikit kita jumpai seniman kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, namun bagi mereka terkadang nilai dan pandangan hidup yang dianut harus sesuai dengan apa keahlian mereka sendiri. Itulah yang tidak bisa dipaksakan kepada semua orang.

Secara realita, banyak orang berharap membuat kesuksesan dibidang yang dipelajarinya, namun kesemuanya bergantung lagi kepada kebutuhan dan nilai-nilai diri orang tersebut. Untuk berkarir yang utama diperlukan rasa nyaman dan menguasai bidang pekerjaan tersebut, dan pada akhirnya  akan didapat prestasi kerja yang maksimal.

Bagi pekerja di dunia NGO nilai sosialis dan humanis menjadi pegangan ‘ dan banyak sekali praktisi sosial yang berasal dari dunia pendidikan yang begitu berbeda dengan topik pekerjaan mereka  namun biasanya mereka begitu loyal dan memiliki semangat kerja yang begitu tinggi.  Mungkin ini yang bisa disebut kebahagiaan ketika nilai-nilai idealisme bisa mengalahkan teori pendidikan yang menjadi latar belakang.

Percaya deh, apabila kita berkarir di bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan kita maka kata sukses masih mungkin bisa digenggam tetapi adalah tugas kita untuk mempelajari secara mandiri beberapa hal yang mampu menunjang karir kita tersebut, dan kemampuan beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan itu sendiri. Hal lain yang juga bisa membuat seseorang memutuskan pindah karir yang berbeda dari latar belakang pendidikannya adalah adanya kenyamanan kerja. Kata orang sih yang penting enjoy dalam bekerja’ maka semua akan menjadi baik-baik saja.  

Lambaian Kekasih

Dalam sejuk hati kulihat tawamu
Canda itu terasa jelas
Semu merah di pipi menjadi saksi

Namun ..
Semua terasa begitu jauh dalam dekapan
Begitu hampa dan begitu kering

Tangan menggapai sebuah nyata
Tangan pula yang melepaskannya
Peluk dan cium terasa hangat

Mata mulai menelanjangi raga
Terasa pedih ……..
dan akhirnya ‘
Dirimu hilang dalam gelap

Malam merasuk merenggut pandangan
Memudar, tak jelas dan akhirnya tak terlihat
Hanya lambaian yang tersisa
dan titik air mata yang membasahi pipi..

Selamat jalan kekasihku……….

Depok’ October 2007


Published:

1. 13-Des-2007, 22:19:35 WIB – [www.kabarindonesia.com]


2.http://www.kemudian.com/users/ayoe/200710/lambaian-kekasih

Untuk IbuKu

Wajah letih tak berkerut
Guratan lelah terlihat nyata
Mensyaratkan hentakan energi yang tak bersisa

Kelembutan terusik kekerasan
Berbaur dan menyatu dalam darahmu

Aku tahu engkau hidup untuk siapa
Aku paham impianmu
Aku rasakan deritamu
Aku nikmati kebahagiaanmu

Langkahmu yang menggema,
Menggaung dalam hidupku
Terpatri dalam setiap nafas
Menurunkan sifat yang sama dalam diriku

Akulah darahmu
Akulah buah hidupmu
Akulah mimpimu
Akulah semangatmu

dan ‘
Aku akan selalu merindukanmu bu ……………..

Kota Kembang, Depok, October 2007

Published :

1. 14-Des-2007, 21:36:44 WIB, www.kabarindonesia.com

2. http://www.kemudian.com/users/ayoe/200710/untuk-ibuku

Kalo gak punya duit ..

Ha ..ha dari judul nya aja .. pasti bisa kebayang yang mau gue tulis !

Nah inilah salah satu perjuangan berat ogut menjalani hari2 ini.. 6 bulan yg lalu gue masih jd seorang manager… lalu berubah wujud jadi pelajar … dan skrg menunggu keberangkatan berubah bentuk lagi menjadi pengangguran … 9 months struggle without income .. dan untuk 1 tujuan menjalani beasiswa..

Seru juga sih .. musti belajar hemat dan berhitung keras .. dengan semua tabungan yg ada bisa gak bertahan, atleast sampe dpt allowance di OZ nanti ha ha ha …

Banyak pembelajaran yg gue jalani 2 bulan ini.. setidaknya gue paham satu hal’ ketika orang gak punya duit maka ia akan menjadi seorang yg simple … mau menerima.. menjadi lebih kreatif dengan sumber daya yang ada … dan yang jelas jadi tau banget yg mana teman benaran .. yg mana saudara benaran … dan yg mana gak …

wow .. ternyata dunia gak lebih dr suatu kemunafikan … ketika duit menggelepar banyak di saku .. akan banyak orang2 munafik yg tersenyum dan mengangkat pantat kita dengan seribu ajuman … tapi ketika duit melayang .. senyum pun melayang ‘ yg ada hanya omongan2 pahit yg sulit dicerna artinya …

Belajar dr pengalaman kehidupan, setidaknya perjalanan menuju beasiswa aku mampu membuat gue mengenal sandiwara kehidupan lebih banyak…

Enak juga gak punya duit and nodong orang2 untuk beliin pulsa telpon… asyikkkkk

Ubud’ Nov 2007

Seleksi tahap II Kumcer

Aduh senang juga cerpen gue bisa masuk seleksi tahap 2 kumcer …

Perang Batin & Tarian Kebahagiaan – tapi aku pilih tarian kebahagiaan untuk ikut ke seleksi berikutnya .. wah seru juga ya ‘ pengalaman  pertama nih ikut seleksi kayak beginian” setidaknya bisa jadi angin segar di tengah struggle gue menghadapi EAP yg kurang 1 bulan lagi …

..anak2 di kemudian.com memang kreatif banget .. ada aja idenya ..

Nih pengumuman lomba nya ada di blog ini’ http://kumcer-kemudian.blogspot.com/2007/08/hasil-seleksi-tahap-ii_25.html

AKU TAK LAGI SEPI

Jangan kau pikir aku sendiri

Walau sepi menderu …….
Tak ada tangisan
Tak ada helaan
Tak ada tiupan
Tak ada ratapan

Dalam sepi ‘ sinar menyala
Dalam sepi ‘ gejolak membara
Menatap mentari, Menjunjung rembulan
Menghapus semua haru …

Indahnya semu
Indahnya sepi
Menari ‘
membelai untaian nada
Melepaskan lelah
Mengundang asa
Membingkai semua harap…….

Aku terkejut…………..
Takjub, ternganga
Dia berlari’ … semakin mendekat
dan akhirnya ‘
Kedamaian memelukku mesra…………

Aku tak lagi sepi !

“Bali – September 2007″

Published :

1. http://www.kemudian.com/users/ayoe/200709/aku-tak-lagi-sepi

SEPI

Begitu pilu…
Sakit

Aku meronta
Menahan tangisan
Membakar canda……..Merenggut senyum

Tak ada hangat’
Tak ada tawa
Tak ada dengung
Tak ada jerit

Sayup…….
Redup…….
Menghilang, membakar relung

Pelan…….Kutengok arah angin
Tak ada hembusan
Tak ada hempasan
Aku sendiri …..

Begitu sepi ..
Sepi sekali…
Disini,
hari ini… dan detik ini…

Bali-August 2007

Published :

http://www.kemudian.com/users/ayoe/200709/sepi

Lorong Malam

Kemarin aku menatap kelam
Malam ini aku memendam kalbu
Seakan jiwa terbawa lara …

Hanyut..
Terbang ..
Bias terbuai mimpi
Tak terlihat…
Tak tersentuh..
Namun terasa kesat

Kasar …Begitu kasar
Teramat kasar !

Redup .. menyayat luka….
Mengiris malam..
Dan akhirnya aku terbangun
Menatap kosong kedalam asa
Gelap.. begitu gelap..
Lunglai dan tersuruk lorong malam..

Kali ini yakin
aku sadar dan terbangun
Ini bukan mimpi..

Bali, August 2007

Published:

http://www.kemudian.com/users/ayoe/200709/lorong-malam

Next Page »


Blog Stats

  • 25,338 hits

a

 

November 2009
S M T W T F S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930