Untuk IbuKu

Wajah letih tak berkerut
Guratan lelah terlihat nyata
Mensyaratkan hentakan energi yang tak bersisa

Kelembutan terusik kekerasan
Berbaur dan menyatu dalam darahmu

Aku tahu engkau hidup untuk siapa
Aku paham impianmu
Aku rasakan deritamu
Aku nikmati kebahagiaanmu

Langkahmu yang menggema,
Menggaung dalam hidupku
Terpatri dalam setiap nafas
Menurunkan sifat yang sama dalam diriku

Akulah darahmu
Akulah buah hidupmu
Akulah mimpimu
Akulah semangatmu

dan ‘
Aku akan selalu merindukanmu bu ……………..

Kota Kembang, Depok, October 2007

Published :

1. 14-Des-2007, 21:36:44 WIB, www.kabarindonesia.com

2. http://www.kemudian.com/users/ayoe/200710/untuk-ibuku

2 Responses to “Untuk IbuKu”


  1. 1 ida azuz December 16, 2007 at 2:13 pm

    Mabk Ayu, saya sudah ngirim komen ke kabarindonesia.com untuk puisi ini. sila di liat ya..

    salam

    ida

  2. 2 Dewi August 24, 2008 at 11:04 pm

    Baca puisi kamu bikin aku kangen ibuku :-(


Leave a Reply




Blog Stats

  • 25,899 hits

a

 

November 2007
S M T W T F S
« Sep   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930