Gak terasa 1 bulan lebih gue udah ada di kota ini, kota yang memberikan gue begitu banyak pelajaran baru, kota yang mengantarkan gue menjadi lebih dewasa dalam kemandirian dan kota yang membuat gue terperangah menyadari bahwa perbedaan itu memang indah. Kalau waktu di Indonesia gue selalu bertanya bagaimana rasanya hidup di kota ini, saat ini gue udah bisa merasakan nano-nano ‘ campur aduk antara suka, duka, norak, ndesok dan sebagainya disini.
Hari-hari pertama gue selalu kagum dengan semua hal baru di sekitar gue, yang gak gue dapatkan di kota gue sebelumnya. Gue juga menyadari betapa kesehatan itu penting sekali dan berterima kasih tiada henti ke kedua kaki gue yang saat ini berubah bentuk menjadi bulat gak jelas.. kedua kaki gue mampu membawa berjalan puluhan KM.. mengitari kota dan menikmati pemandangan, masih terngiang jelas ungkapan salah satu learning adviser sewaktu kita membuka rekening bank .. kaki kamu adalah aset kamu disini yang akan membawa kamu kemana aja.. dan tiba2 kemasalasan membawa kaki harus gue lupakan, krn disini setiap saat and setiap detik gue depend on it… kaki ku ‘ terima kasih kau rela membawa aku berjalan walau aku tahu betapa lelahnya dirimu.
Cuaca adalah hal ekstrim yang menjadi perhatian gue, setiap sat gue nelpon ke rumah di Indonesia selalu bercerita tentang cuaca disini, hmm… bokap sampe bilang kalau sekarang gue menjadi petugas BMG australia he he he … kadang gue wonder and bertanya dalam hati’ di Indonesia gue beli AC begitu mahal eh kok disini malah dapat udara AC dimana-mana.. gue juga mulai belajar bergaya ala 4 musim.. duh senangnya semua style bisa kepake .. halah… tetap aja gue menggigil … dan terperangah sewaktu udara tiba2 bisa berubah ekstrim dari hari ke hari .. lho kenapa hari ini bisa 39 degree… hmm…
Menjalin pertemanan di negara lain memang hal yang juga harus diperhatikan. Gue belajar mengalah dan juga belajar asertif .. sulit untuk dealing dengan orang lain.. harus ada win-win solution dan pengertian dua belah pihak.
Keberanian dan kenekatan kadang diperlukan .. musi rela nyasar di tengah malam dan minta tolong teman jemput.. belajar baca peta … coba jenis makanan baru.. membuka percakapan dengan orang baru.. bertanya adalah kunci semuanya .. jangan malu ‘ walau kadang tetap aja mulut ini terkunci dalam keheningan bingung malam…
finally, gue yakin di kota ini ada satu pelajaran baru dalam hidup gue. Pelajaran menuju kedewasaan dan kematangan berpikir..
Adelaide’ February 2008
Recent Comments